Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

PENARIKAN UANG LALU LINTAS


Baca juga :


 PENARIKAN UANG LALU LINTAS

"Besarnya curah hujan di beberapa wilayah Indonesia ternyata berdampak besar pada dunia transportasi, mulai dari banjir yang menggenangkan beberapa kota, jalan-jalan yang berlubang, sampai jebolnya beberapa jembatan. Keadaan demikian dimanfaatkan oleh beberapa warga untuk memberikan jasa pengaturan lalu lintas yang seringnya diikuti dengan penarikan uang, walaupun tidak mengikat.

 

Bagaimana Hukum Penarikan Uang Semisal Pada Kasus di Atas? 

Jawaban:

Hukumnya penarikan uang tersebut diperinci:

  1. Apabila penarikan tersebut diatas namakan upah jerih payah mereka, maka hukum memintanya adalah haram. Karena tidak adanya akad, sehingga tidak berhak mendapat upah, kecuali kalau ada dugaan kuat kerealaan dari pemberi.
  2. Apabila penarikan tersebut hanya sekedar meminta sumbangan, maka hukumnya makruh menurut pendapat Muqobil Ashoh dengan tiga syarat:
  • Tidak memaksa.
  • Tidak menjadikan peminta terhina.
  • Tidak menyakiti.


Referensi:

حاشية الجمل الجزء 3 صحـ : 628 مكتبة دار الفكر

وَلَوْ عَمِلَ لِغَيْرِهِ عَمَلا مِنْ غَيْرِ اسْتِئْجَارٍ وَلاَ جَعَالَةٍ فَدَفَعَ إلَيْهِ مَالا عَلَى ظَنِّ وُجُوبِهِ عَلَيْهِ لَمْ يَحِلَّ لِلْعَامِلِ وَعَلَيْهِ أَنْ يُعْلِمَهُ أَوَّلا أَنَّهُ لاَ يَجِبُ عَلَيْهِ الْبَذْلُ ثُمَّ الْمَقْبُولُ هِبَةٌ لَوْ أَرَادَ الدَّافِعُ أَنْ يَهَبَهُ مِنْهُ وَلَوْ عَلِمَ أَنَّهُ لاَ يَجِبُ عَلَيْهِ الْبَذْلُ وَدَفَعَهُ إلَيْهِ هَدِيَّةً حَلَّ اهـ 

جواهر البخاري ص 163

قَالَ النَّوَوِي إِتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى النَّهْيِ عَنِ السُّؤَالِ مِنْ غَيْرِ ضَرُوْرَةٍ وَاخْتَلَفَ أَصْحَابُنَا فِى مَسْئَلَةِ الْقَادِرِ عَلَى الْكَسْبِ عَلَى الْوَجْهَيْنِ أَصَحُّهُمَا أَنَّهَا حَلاَلٌ بِثَلاَثَةِ شُرُوْطٍ أَن ْلاَيُذِّلَ نَفْسَهُ لاَ يُلِحَّ فِى السُّؤَالِ وَلاَ يُؤَذِّي الْمَسْؤُوْلَ فَإِنْ فَقِدَ وَاحِدٌ فَحَرَامٌ بِاْلإِتِّفَاقِ اهـ  

المجموع الجزء 6 صحـ : 236 مكتبة مطبعة المنيرية

( وَأَمَّا ) السُّؤَالُ لِلْمُحْتَاجِ الْعَاجِزِ عَنْ الْكَسْبِ فَلَيْسَ بِحَرَامٍ وَلاَ مَكْرُوهٍ وَصَرَّحَ بِهِ الْمَاوَرْدِيُّ وَهُوَ ظَاهِرٌ وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ .اهـ

Comments