Sebagai manusia tidak lepas dari kegalauan. Baik orang awam (biasa) atau alim. Kegalauan alim justru mendapat ilmu baru atau menulis kitab monumental. Orang awam dalam masa itu, justru semakin menjauh walapun hanya sekedar refresing. Orang alim semakin mendekat pada sang pencipta ilmu. Bnyak ulama dulu ketika di Landa kegalauan, justru sowan ke Ka'bah u/masjid dalamMdalam petunjuk.
Bnyak ulama seperti kegalauan imam Kholil guru imam sibaweh yg merupakan dedengkot ulama basroh bidang nahwu. Kealiman muridnya membuat imam kholil kalah popularitas. Sebab itu, Imam Kholil melakukan perjalanan ke tanah
haram, dan meminta kepada Allah untuk diberikan ilmu baru. Lahirlah
ilmu arudh melalui Imam Kholil. Ilmu baru itu pun tersebar luas dan orang-orang pun kembali rame menghadap (mengaji) kepada Imam Kholil.
Ilmu
arudh adalah ilmu tentang aturan-aturan, yang bisa digunakan untuk mengetahui benar dan rusaknya
wazan-wazan syi’ir Arab, dan perubahannya dari beberapa
zihaf dan
‘ilat.
Penamaan
arudh dinisbahkan kepada tempat di mana proses kreatif Imam Kholil terjadi, yaitu tempat antara Mekkah dan Thoif, yang disebut
arudh. Sebelum Imam Kholil meletakkan dasar-dasar ilmu
arudh, para penyair dalam menggubah
syi’ir mengikuti jalan pada pendahulunya atau berlandaskan pada bakat (
malakah) masing-masing. Fungsi ilmu temuan guru Imam Sibawaih ini, di antaranya menghindarkan bercampurnya berbagai macam
bahar syi’ir, dan pembeda syi’ir dengan
saja’.
Ulama lain adalah imam Al Ghozali, juga pernah mengalami kegalaun. Siapa yang tdak kenal imam Al Ghozali! Pengarang kitab ihya Ulumuddin. Karya monumental bnyak di kaji baik orang Islam atau non Islam. Sifatnya yang amat kritis sangat mempengaruhi perjalanan intelektualnya. Ketika akhirnya beliau mulai ditimpa kegalauan yang luar biasa. Keresahan intelektual ini mulai dialami empat tahun setelah beliau tinggal di Baghdad dalam puncak karirnya. Beliau adalah orang yang dirundung nestapa atas ketidak pastiannya kesimpuan-kesimpulan yang beliau hasilkan. Setiap kesimpulan yang beliau rumuskan pada suatu hari, akan beliau klaim salah pada hari yang lain. Semakin dalam beliau menggali pengetahuan, semakin banyak saja hal yang tidak beliau ketahui.
Imam Ghozali sowan ke Ka'bah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Sepulang dari Mekkah beliau kembali ke Damaskus Imam Al-Ghazali beriktikaf di menara barat masjid Jami’ Ummayyah. Pada saat inilah, menurut cerita, beliau mengarang master piecenya, Ihya’ ‘Ulum Al-Din.
Dari kegalauan Imam Kholil mendapatkan ilmu
arudh dan imam Al Ghozali mengarang master piece ihya ulumudin.
Dalam Mendapatkan ilmu, dekatlah dengan pemilik ilmu!,
semakin klimak intelektual, akan semakin dekat dengan Tuhan.
Arif never die,
Kamis, 16 Juli 2020
Mantap, Pak.
ReplyDeleteMaksieh...semua butuh awalan.untuk merajuk kata2 yg bertebaran. D rangkai dalam tulisan..Diane..
ReplyDelete