Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

Pemikiran : respon realitas


Kitab Ta'limul mutaalim  adalah kitab karangan syech zarnuji tentang metode dan syarat dalam mencari ilmu. Biografi lengkap beliau sangat sulit di telusuri. Banyak perdebatan kaitan biografi beliau. Paling tidak sedikit sudah di ketahui biografinya. 
Lepas dari biografi beliau, membaca dalam muqodimah bahwa latar belakang penulisan kitab ta'lim mutaalim di pengaruhi dari realitas pada masa itu tentang bnyak pelajar kurang sukses dalam mncari ilmu. Bnyak para pelajar kurang memperhatikan metode dan syarat belajar. Mereka tersesat, kurang berkembang ilmu karena metode dan syarat tidak dipenuhi. Dari realitas Yang ad, beliau tergugah untuk menulis kitab. Sumber kitab dari guru-guru dan kitab yang di baca. Realitas yang kontra di korelasikan dengan sumbernya langsung. Sehingga merumuskan sebuah teori baru. Dari Realitas di wujudkan dalam bentuk buku. 
Kaitan dengan uji teori di konsensus kan pada zaman setelahnya. Tidak di pungkiri kurun setelahnya tidak ada yg memungkiri kitab tersebut, walaupun masih ada yang kontra. Dalam konsep ijmak, ketika ada pendapat, mayoritas menerima dengan tidak adanya kontra, maka bisa d jadikan argumen. 
Dengan respon imam zarnuji pada realitas yang menyimpang pada waktu itu, seharus nya kurun setelahnya alias zaman now bisa merespon dengan teori baru baik mengkontextualkan kekinian atau merenovasi nya. Sebagai inspirasi sebuah pemikiran baru. Menciptakan produk generasi yang hebat. Tapi sayang cuma di pondok salaf yang menggunakan kurikulum kitab ta'lim mutaalim.
Kitab ta'lim mutaalim sebgai historis atau normatif.!. Bagi kontra bahwa ta'lim mutaalim sudah tdak zaman diterapkan pada masa kini. Tpi apakah bagi yang kontra trhadap ta'lim pnya bukti konkrit untuk menandingi konsep di dalam ta'lim yang bisa menciptakan generasi hebat, berakhak.?.

Arif never die
Malam Minggu, 18 Juli 2020

Comments

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Mohon Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!