Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

HAFAL AL-QURAN : MENINGKATKAN IQ

 

Al-Quran merupakan kitab suci umat islam dan salah satu sumber hukum islam. Al-quran adalah kalam allah yang mengandung mu’jizat diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, melalui malaikat jibril diriwayatkan secara mutawatir, nilai ibadah bagi yang membacanya. Keistimewaan al-quran adalah  kitab yang dimudahkan untuk menghafal bagi orang yang menginginkannya.[1]

Salah satu usaha untuk menjaga al-quran  adalah dengan menghafalnya pada setiap generasi.[2] Meskipun allah telah menegaskan dan memberi jaminan tentang kemurnian dan kesucian Al-Quran selama-lamanya.

Namun secara operasional menjadi tugas dan kewajiban umat islam untuk menjaga dan memeliharanya, salah satunya menghafalnya. Dengan demikian belajar Al-Quran adalah kewajiban yang utama bagi muslim demikian juga mengajarkannya.

Menghafal al-quran selain mengandung ibadah juga memberi pengaruh besar  terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Jika kita mendengarkan music klasik dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) sekaligus kecerdasan spiritual (SQ) seseorang, maka al-quran lebih dari itu, al-quran dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan dan kecerdasan emosional (EQ) sekaligus kecerdasan spiritual (EQ) yang didalamnya ada proses mendengar, menghafal, dan membaca berulang-ulang.[3]

Salah jika ada orang berpandangan bahwa menghafal al quran mengganggu kecerdasan berpikirnya. Justru malah sebaliknya, melatih menghafal al-quran bagi siswa dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini terbukti  pada ilmuwan-ilmuwan  terdulu yaitu ibnu sina. Buku-buku karya tulisannya menjadi pedoman diseluruh dunia dalam bidang kedokteran. Beliau menghafal al-quran terlebih dahulu  sebelum mempelajari ilmu lainnya. Ada lagi al-khuwarizmi, teori algoritma  temuaannya dijadikan pedoman seluruh matimatikawan dunia. Mengahafal al quran tetap didahulukan sebelum mempelajari ilmu lainnya. Ada lagi imam al ghozali pengarang kitab ihya ulumiddin dalam bidang tasawuf. Beliau di jadikan rujukan oleh orang  islam maupun non islam. Ada ungkapan yang menarik “seandainya al quran tidak ada, maka kitab ihya mampu menggantikannya”. Bagi yahudi kitab ihya dijadikan juga rujukan dalam dunia tasawuf. Beliau juga menghafal al quran terlebih dahulu sebelum ilmu yang lainnya. Hebatnya lagi, ulama-ulama tadi tidak hanya menguasai satu disiplin ilmu saja . tetapi menguasai berbagai disiplin ilmu, baik ilmu syariat ataupun ilmu umum. Seperti ibnu sina tidak hanya menguasai ilmu kedokteran ( Qonun fi at-tibb), tapi juga dalam bidang fiqih, tafsir, dan bahasa arab. Imam al-ghozali tidak hanya dalam bidang tasawuf, tapi juga seorang filsuf islam karyanya maqasid al-falasifah, Tahafud al-falasifah, mahir dalam bidang ilmu logika (mi’yar al-ilmi, al-qistas al-mustaqim, mikk al-nazar fi al-manthiq), kosmologi. Semua itu bermula dari menghafal al-quran.

Orang yang terbiasa menghafal al-quran, maka ia akan belajar keseriusan dalam hidup, serta belajar menata dan mengatur hidupnya. para akademisi dan spesialisasi sependapat bahwa menghafal al-quran memiliki efek yang baik dalam pengembangan keterampilan dasa pada siswa, serta dapat meningkatkan pendidikan dan prestasi akademis. Dr. Abdullah subaih, profesor psikologi di universitas imam muhammad su’ud al-islamiyah di riyadh, menyerukan kepada pelajar agar mengikuti perkumpulan menghafal al-quran. Hafalan al-quran dapat membantu konsentrasi dan syarat mendapatkan ilmu. Ia menambahkan semua ilmu pengetahuan membutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam meraihnya. Dan bagi orang yang terbiasa menghafal al-quran, ia akan terlatih dengan konsentrasi yang tinggi

Menurutnya, sel-sel otak itu sama halnya dengan tubuh yang lainnya, yaitu  harus diaktifkan terus. Orang yang terbiasa menghafal, maka sel-sel otak dan badannya aktif, dan menjadi lebih kuat dari pada orang yang mengabaikannya.[4]

Menurut peneliti yang lain yang dilakukan oleh shaleh bin Ibarahim Ash-shani, dosen dari universitas imam muhammad su’ud al-islamiyah di riyadh. Dalam penetiaannya beliau melibatkan dua kelompok mahasiswa universitas malik abdul aziz di jeddah. Dalam studinya ini memaparkan membaca dan mengahafal Al-Quran dapat menyehatkan jasmani, membantu daya ingat, pengahafal al-Quran tidak terkena penyakit pikun, mengerdaskan dan meningkatkan IQ (intellegence Quotient atau nilai kecerdasan), menambah keimanan, mengetahui ilmu agama dan ilmu dunia menjadi hujjah (memberi alasan-alasan) dalam ghazwul fikri (perang pemikiran), saat ini menjadi kemudahan dalam setiap urusan, mejadi motifator, pikiran menjadi jernih, ketenangan dan stabilitas psikologi, lebih diterima didepan publik,.[5]



[1] Abdul Madjid Khon, Praktikum Qira’at, ( Jakarta: Amzah, 2008), Cet. 1, Hal. 2

[2] Yusuf  Qardhawi,  Berinteraksi  Dengan  Al-Qur'an,  pent:  Abdul Hayyie Al-Kattani, (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), Hal. 189

[3] Abdul Hamid M. Djamil, “agar menutut ilmu menjadi mudah”.( Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, 2015) Hal. 166

[4] Furqon Hidayatullah, Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa, (Surakarta : UNS Press & Yuma Pustaka, 2010)  hal. 57

[5] Romdoni Massul, Metode cepat menghafal & Memahami Ayat-Ayat Suci Al-Quran : temukan kedamaian Kalbumu dengan Menyelami Samudra Kitab Suci, (Yogyakarta : Lafal Indonesia, 2014) hal. 29-30



Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!