Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

TEPUK TANGAN SAMPAI BERULANG-KALI

 TEPUK TANGAN SAMPAI BERULANG-KALI

Tashfîq adalah memukulkan telapak tangan ke bagian belakang tangan satunya. Cara itu disunahkan bagi para jama’ah perempuan dalam mengingatkan imam. 

Pertanyaan : 

Apakah tashfîq (tepuk tangan) sampai berulang-ulang ketika mengingatkan imam dapat membatalkan shalat?


Jawaban : 

Tidak membatalkan, karena gerakan tashfîq termasuk ringan seperti gerakan jari.


Referensi:


مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج الجزء 1 صحـ : 417 مكتبة دار الكتب العلمية

وَظَاهِرُ كَلاَمِهِمْ أَنَّ تَصْفِيقَ الْمَرْأَةِ لاَ يَضُرُّ إذَا كَثُرَ وَتَوَالَى عِنْدَ الْحَاجَةِ إلَيْهِ وَهُوَ كَذَلِكَ كَمَا فِي الْكِفَايَةِ وَإِنْ قَالَ بَعْضُ الْمُتَأَخِّرِينَ إِنَّهُ يَضُرُّ فَإِنْ قِيْلَ دَفْعُ الْمَارِّ إذَا تَوَالَى وَكَثُرَ يَضُرُّ فَهَلاَّ كَانَ هَذَا كَذَلِكَ أُجِيْبَ بِأَنَّ هَذَا فِعْلٌ خَفِيْفٌ فَاغْتُفِرَ فِيهِ التَّوَالِيْ مَعَ الْكَثْرَةِ كَتَحْرِيْكِ اْلأَصَابِعِ بِسُبْحَةٍ إنْ لَمْ تُحَرِّكْ كَفَّهَا وَإِلاَّ فَكَتَحْرِيكِ الْكَفِّ لِلْجَرَبِ بِجَامِعِ الْحَاجَةِ وَهُوَ لاَيَضُرُّ بَلْ قَالَ الزَّرْكَشِيُّ إنَّ تَحْرِيكَ الْكَفِّ كَتَحْرِيكِ اْلأَصَابِعِ اه

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!