Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

WALIMAH, TIDAK PUNYA UANG!

 


           undangan walîmah al-ursy silih berganti. Namun sayangnya bertepatan dengan hari tidak punya uang. Padahal sudah mentradisi di daerahnya, jika menghadiri acara walimah, para tamu selalu menyumbang tuan rumah. Tidak menghadiri undangan tersebut hukumnya dosa, namun menghadiri tanpa memberi sumbangan, akan menjatuhkan harga diri.
         Apakah kasus seperti di atas termasuk udzur yang dapat menggugurkan kewajiban menghadiri acara walimah?
   Termasuk kategori udzur dengan pertimbangan;
  1. Harga diri dalam urusan walimah sangat dipertimbangkan.
  2. Ada maksud mengharapkan sumbangan (thamâ’) dari tuan rumah, padahal tujuan demikian tidak dibenarkan dan dapat mengugurkan kewajiban menghadiri walimah.
Kesimpulan.

  • Jika belum pernah mengundang, hadir wajib jika tidak ada udzur (jarak tempuh ada perbedaan).. Kaitan dengan titipan, tidak wajib karena  Tapi jika ada praduga sakit hati dari tuan rumah, sebaiknya menitipkan amplop biar terjaga hubungan harmonis.
  • jika sebelumnya sudah pernah mengundang dan disumbang oleh tuan rumah, maka wajib mengembalikan apa yang dulu pernah disumbangkannya. Mengingat uang sumbangan, tradisinya berstatus hutang yang wajib dikembalikan. Masalah ini bisa di titipkan.

Referensi


نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج الجزء 6 صحـ : 373
( وَأَنْ لاَ يَكُونَ ثَمَّ ) أَيْ بِالْمَحَلِّ الَّذِيْ يَحْضُرُ فِيْهِ ( مَنْ يَتَأَذَّى ) الْمَدْعُوُّ ( بِهِ ) لِعَدَاوَةٍ ظَاهِرَةٍ بَيْنَهُمَا كَمَا قَالَهُ الزَّرْكَشِيُّ وَلاَ أَثَرَ لِعَدَاوَةٍ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الدَّاعِيْ ( أَوْ لاَ يَلِيْقُ بِهِ مُجَالَسَتُهُ ) كَاْلأَرَاذِلِ لِلضَّرَرِ وَأَمَّا قَوْلُ الْمَاوَرْدِيِّ وَالرُّوْيَانِيِّ لَوْ كَانَ هُنَاكَ عَدُوٌّ لَهُ أَوْ دَعَاهُ عَدُوُّهُ لَمْ يُؤَثِّرْ فِيْ إِسْقَاطِ الْوُجُوْبِ فَمَحْمُوْلٌ كَمَا قَالَهُ اْلأَذْرَعِيُّ عَلَى مَا إِذَا كَانَ لاَ يَتَأَذَّى بِهِ وَلاَ تَكُوْنُ كَثْرَةُ الزَّحْمَةِ عُذْرًا إنْ وَجَدَ سَعَةً أَيْ لِمَدْخَلِهِ وَمَجْلِسِهِ وَأَمِنَ عَلَى نَحْوِ عِرْضِهِ كَمَا عُلِمَ مِمَّا مَرَّ عَنِ الْبَيَانِ وَإِلاَّ عُذِرَ اهـ

حاشيتا قليوبي وعميرة  الجزء 3 صحـ : 297
قَوْلُهُ : ( وَأَنْ لاَ يَحْضُرَهُ ) أَيْ وَمِنْ الشُّرُوْطِ أَنْ لاَ يَكُوْنَ طَلَبُ حُضُوْرِهِ لِخَوْفٍ مِنْهُ عَلَى نَفْسٍ أَوْ مَالٍ أَوْ عِرْضٍ أَوْ لِطَمَعٍ فِيْ جَاهِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ حُضُوْرِ غَيْرِهِ مِمَّنْ فِيْهِ ذَلِكَ ِلأَجْلِهِ بَلْ يَدْعُوْهُ لِلتَّقَرُّبِ أَوِ الصَّلاَحِ أَوِ الْعِلْمِ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ .

إعانة الطالبين الجزء 3 صحـ : 58
(قَوْلُهُ تَمْلِيْكُ شَيْءٍ عَلَى أَنْ يَرُدَّ مِثْلَهُ) وَمَا جَرَتْ بِهِ اْلعَادَةُ فِيْ زَمَانِنَا مِنْ دَفْعِ النُّقُوْطِ فِي اْلاَفْرَاحِ لِصَاحِبِ اْلفَرَحِ فِيْ يَدِهِ أَوْ يَدِ مَأْذُوْنِهِ هَلْ يَكُوْنُ هِبَةً أَوْ قَرْضًا .أَطْلَقَ الثَّانِيْ جَمْعٌ وَجَرَى عَلَى اْلأَوَّلِ بَعْضُهُمْ قَالَ وَلاَ أَثَرَ لِلْعُرْفِ فِيْهِ ِلاضْطِرَابِهِ مَا لَمْ يَقُلْ خُذْهُ مَثَلاً وَيَنْوِي اْلقَرْضَ .وَيُصَدَّقُ فِيْ نِيَّةِ ذَلِكَ هُوَ وَوَارِثُهُ وَعَلَى هَذَا يَحْمِلُ إِطْلاَقُ مَنْ قَالَ بِالثَّانِيْ وَجَمَعَ بَعْضُهُمْ بَيْنَهُمَا بِحَمْلِ اْلأَوَّلِ عَلَى مَا إِذَا لَمْ يَعْتَدِ الرُّجُوْعَ وَيَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ اْلأَشْخَاصِ وَاْلمِقْدَارِ وَاْلبِلاَدِ .وَالثَّانِيْ عَلَى مَا إِذَا اعْتِيْدَ وَحَيْثُ عُلِمَ اخْتِلاَفٌ تَعَيَّنَ مَا ذُكِرَ.اهـ.

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!