Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

HAK ORANG TUA

Kedua orang tua merupakan sebab adanya manusia. Andaikata bukan karena jerih payahnya, tentu manusia ini tidak bisa hidup mapan. Andaikata tidak ada kesengsaraannya, pasti manusia ini tidak dapat merasakan kesenangan.

ibu, dia telah mengandung dan melahirkan dengan rasa susah payah,

Sedangkan ayah, dia telah mencurahkan semua kemampuannya dalam mencapai kebaikan untuk perawatan badan dan jiwa anaknya.

Oleh sebab itu, anak harus selalu mengingat jasa baik kedua orangtuanya, agar bisa berterima kasih kepada mereka atas jasanya. Mematuhi semua perintah kedua orangtua, kecuali jika diperintah maksiat. Duduk di hadapannya dengan khusyuk, sopan dan tidak mengungkit kesalahan mereka berdua. Tidak menyakiti mereka berdua, meskipun hanya dengan mengucapkan "hus". Tidak terus menerus membantah mereka berdua. Tidak berjalan di depan orangtua, kecuali ketika melayaninya. Mendoakan kedua orangtua, agar mendapat rahmat dan ampunan dari Allah swt. Memerintah kedua orangtua agar berbuat baik dan mencegahnya berbuat kemungkaran, agar anak menjadi sebab mereka selamat dari siksa neraka sebagaimana orang tua menjadi sebab wujudnya anak.

Allah swt. Berfirman :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : ‘Wahai Tuhaku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.”

Perhatikanlah uraian di atas dan hendaklah si anak itu lebih mengutamakan kebaikan kepada ibu, karena Nabi saw bersabda :

“Bakti anak kepada ibu itu dua kali lipat.”

Wallahu alam bishowab.

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!