Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

ETIKA MAKAN, MINUM, TIDUR

 ETIKA MAKAN

Etika sebelum makan ialah : 

  1. Membasuh tangan
  2. Meletakkan makanan yang hendak dimakan di atas tikar (alas) atau meja duduk
  3. Niat mendapatkan kekuatan untuk menjalankan ibadah.
  4. Tidak terlalu kenyang. 
  5. Menyukai terhadap makanan yang ada.
  6. Tidak menghina makanan yang ada dan 
  7. mencari teman untuk diajak makan bersama.
Adapun etika ketika sedang makan ialah : 

  1. Membaca Bismillah dengan keras, agar orang lain mau membacanya pula.
  2. Menggunakan tangan kanan. Memperkecil suapan. 
  3. Mengunyah dengan baik sampai lumat. 
  4. Tidak mengulurkan tangan untuk mengambil makanan lagi sebelum makanan di mulut habis. 
  5. Mengambil makanan yang ada di hadapannya saja, kecuali jika berupa buah-buahan. 
  6. Tidak meniup makanan. 
  7. Tidak memotong makanan dengan pisau. 
  8. Tidak mengusap-usapkan tangan pada makanan. 
  9. Tidak meletakkan (mencampur) biji kurma (buah lain) di tempat kurma (buah) dan 
  10. tidak minum, kecuali ketika benar-benar memerlukannya.   

Sedangkan etika  sesudah makan ialah : 

  1. Mengakhiri makan sebelum terlalu kenyang. 
  2. Membasuh kedua tangan sesudah menjilatnya. 
  3. Membersihkan makanan yang tercecer dan 
  4. membaca Alhamdulillah

ETIKA MINUM

Etika minum itu banyak, antara lain :

  • Mengambil tempat minum dengan tangan kanan. 
  • Melihat air minum sebelum meminumnya. 
  • Membaca Bismillah. 
  • Duduk dan menghirupnya dan tidak menenggak (nglogok, jawa), karena menengguk air minum itu dapat membahayakan hati. Rasulullah saw. bersabda :

“Jika engkau minum, maka hendaklah kalian menghirupnya dan jangan sekali-kali kalian menengguknya.”

  • Meminum sebanyak tiga kali hirupan dengan membaca Bismillah pada setiap kali hirupan. 
  • Membaca Alhamdulillah ketika selesai minum. 
  • Tidak bernafas di dalam tempat minum dan tidak bersendawa di tempat minuman. 
  • Apabila hendak memberi minuman kepada orang lain, maka hendaknya mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan meskipun ada orang yang lebih mulia di sebelah kirinya. Sebab, Nabi saw. pernah memberikan minuman kepada seeorang badui di sebelah kanan beliau, padahal di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar dan Umar r.a.Beliau waktu itu bersabda :

Dahulukanlah yang sebelah kanan, lalu ke kanan terus.”


ETIKA TIDUR

      Jika seseorang hendak tidur, maka hendaknya suci dari hadas (beruwdlu). Berbaring menghadap kiblat. Berniat mengistirahatkan badannya, agar nantinya kuat mnjalankan ibadah dan berdzikir kepada Allah sebelum tidur dan sesudahnya.

      Rasulullah saw. apabila hendak tidur pada malam hari, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, lalu berdoa dengan doa :

"اللهم باسمك أحيا و اموت "

Dan ketika bangun, beliau membaca doa :

"الحمد لله الذى احيانا بعد مااماتنا واليه النشور"

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!