Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

BAU AIR BERUBAH AKIBAT BERSANDING BANGKAI

 BAU AIR BERUBAH AKIBAT BERSANDING BANGKAI

Bangkai tikus yang sudah membusuk, akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau tak sedap itu, akan menyebar ditempat-tempat sekelilingnya. Bahkan air yang tidak jauh dari bangkaipun, baunya ikut berubah karenanya. Apakah perubahan air akibat berdampingan dengan bangkai berdampak terhadap kesuciannya? 

Jawab

Perubahan bau air yang terjadi karena berdekatan dengan bangkai, selama tidak ada kontak langsung antara air dan bangkai tersebut, tidak mempengaruhi kesucian air.
Meskipun air berubah bau akibat aroma bangkai yang ada di dekatnya, selama bangkai itu hanya berada di tepi dan tidak bersentuhan langsung dengan air, maka air tetap suci dan sah digunakan untuk bersuci (wudhu, mandi, dsb).

Referensi:

حاشية البجيرمي على الخطيب الجزء 1 صحـ : 90 مكتبة دار الفكر 

قَوْلُهُ ( بِسَبَبِ النَّجَاسَةِ ) اْلأَوْلَى بِاتِّصَالِ النَّجَاسَةِ لِيَخْرُجَ بِذَلِكَ مَا لَوْ تَغَيَّرَ بِجِيْفَةٍ عَلَى الشَّطِّ فَإِنَّ ذَلِكَ التَّغَيُّرَ بِسَبَبِهَا وَمَعَ ذَلِكَ لاَ يَضُرُّ اهـ اج .

Artinya :

Ucapannya (disebabkan oleh najis) — yang lebih utama adalah perubahan itu karena adanya hubungan langsung dengan najis, agar dikecualikan dari kasus perubahan (air) yang disebabkan oleh bangkai yang berada di tepi (air). Karena perubahan (air) dalam kasus itu memang disebabkan oleh bangkai tersebut, namun demikian perubahan itu tidak membahayakan (tidak mempengaruhi kesucian air).

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!