MELAMUN SAMPAI LUPA TIDAK MEMBACA FATIHAH
![]() |
| Baca juga : |
Sebut saja kang Arif, ketika sedang shalat berjama’ah, ia lupa tidak membaca surat Fatihah, padahal imamnya sudah ruku'. Entah karena dia sedang melamun atau mungkin karena terhanyut oleh suara sang imam yang begitu merdu.
Apa yang harus dilakukan kang Arif, ketika lupa membaca Fatihah sedangkan imam sudah ruku’?
Jawaban:
Kang Arif wajib membaca Fatihah, serta boleh takhalluf (tidak mengikuti imam) sampai batas tiga rukun panjang, yaitu: ruku’ dan dua sujud. Namun jika bacaan Fatihahnya belum selesai, sementara takhalluf melebihi tiga rukun panjang, maka wajib mufâraqah (pisah dari imam) atau meneruskan berjama’ah, namun setelah salam harus menambah satu rakaat.
Referensi :
بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي صحـ : 120 مكتبة دار الفكر
(مَسْأَلَةٌ) شَكَّ فِي الْفَاتِحَةِ قَبْلَ رُكُوْعِِهِ وَلَوْ بَعْدَ رُكُوْعِ إِمَامِهِ أَوْ تَيَقَّنَ تَرْكَهَا وَجَبَ التَّخَلُّفُ لِقِرَاءَتِهَا وَيُعْذَرُ إِلَى ثَلاَثَةِ أَرْكَانٍ طَوِيْلَةٍ وَهِيَ هُنَا الرُّكُوْعُ وَالسُّجُوْدَانِ وَلاَ يُحْسَبُ مِنْهَا اْلإِعْتِدَالُ وَالْجُلُوْسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ لأَنَّهُمَا لَيْسَا مَقْصُوْدَيْنِ لِذَاتِهِمَا بَلْ لِلْفَصْلِ فَإِنْ كَمَّلَ الإِمَامُ مَا ذَكَرَ وَهُوَ فِي فَاتِحَتِهِ نَوَى مُفَارَقَتَهُ أَوْ وَافَقَهُ فِيْمَا هُوَ فِيْهِ مِنَ الْقِيَامِ أَوِ الْقُعُوْدِ وَأَتَى بِرَكْعَةٍ بَعْدَ سَلامِهِ وَإِذَا وَافَقَهُ بَنَى عَلَى مَا قَرَأَهُ فَإِنْ لَّمْ يَفْعَلْ بَطَلَتْ صَلاَتُهُ بِرُكُوْعِ الإِمَامِ لِلثَّانِيَّةِ اهـ
Comments
Post a Comment
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Mohon Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.