Image
  CINTA DAN PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN Pernikahan dalam Islam bukan semata-mata ikatan biologis, melainkan institusi sakral yang dibangun di atas nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan sakinah. Salah satu anjuran Nabi Muhammad ﷺ dalam memilih pasangan hidup adalah memperhatikan unsur kasih sayang dan potensi keberlangsungan keturunan. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau〔¹〕: عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» Hadis ini menjadi dasar normatif anjuran memilih pasangan yang al-wadūd (penuh kasih sayang) dan al-walūd (berpotensi melahirkan keturunan), sebagai bagian dari visi besar Islam dalam menjaga keberlanjutan umat. Namun dalam praktik sosial, pernikahan tidak selalu diawali oleh proses pengenalan panjang yang melahirkan cinta mendalam sejak awal. Tradisi perjodohan keluarga atau proses ta‘āruf yang terbatas masih banyak dijumpai, khususnya dalam masyarakat Muslim tradis...

STATUS TRANSFER

 STATUS VIA TRANSFER DALAM SEBUAH TRANSAKSI

Baca juga :


Apakah pengiriman melalui via transfer yang sudah masuk ke rekening dan kemudian diambil lewat ATM dapat dikatakan serah terima (qobdu)? 

Jawaban: 

Transfer Dapat dikategorikan serah terima (qabdu) dalam kitab klasik (turats) yaitu bentuk penyerahan hak kepemilikan kepada pihak lain yang sekiranya mampu dan mungkin untuk mengambil haknya  , sedangkan status ATM adalah hanya sebagai sarana. 

Baca juga :

Referensi:  

المنثور في القواعد الجزء 2 صحـ : 392 مكتبة وزارة الأوقاف الكويتية

قَالَ الْفُقَهَاءُ كُلُّ مَا وَرَدَ بِهِ الشَّرْعُ مُطْلَقًا وَلا ضَابِطَ لَهُ فِيهِ وَلا فِي اللُّغَةِ يَحْكُمُ فِيهِ الْعُرْفُ وَمَثَّلُوهُ (بِالْحِرْزِ) فِي السَّرِقَةِ وَالتَّفَرُّقِ فِي الْبَيْعِ وَالْقَبْضِ وَوَقْتِ الْحَيْضِ وَقَدْرِهِ وَمُرَادُهُمْ أَنَّهُ يَخْتَلِفُ حَالُهُ بِاخْتِلافِ الأَحْوَالِ وَالأَزْمِنَةِ اهـ

تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 6 صحـ : 9 مكتبة دار إحياء التراث العربي

وَيَكْفِي وَضْعُ الْعَيْنِ بَيْنَ يَدَيْ الْمَالِكِ بِحَيْثُ يَعْلَمُ وَيَتَمَكَّنُ مِنْ أَخْذِهَا ، وَكَذَا بَدَلُهَا كَمَا عُلِمَ مِمَّا مَرَّ أَوَّلَ الْمَبِيعِ قَبْلَ قَبْضِهِ أَنَّهُ يَكْفِي ذَلِكَ فِي الدُّيُونِ كَالأَعْيَانِ اهـ

Comments

Popular posts from this blog

LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA

NIKAH DUA KALI, MAHAR YANG MANA?

BOLEHKAH PEREMPUAN KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI!